Tips Dan Panduan Usaha Walet Agar Sukses, Dari Awal Hingga Panen

Usaha Walet atau sarang burung walet tampaknya masih di idolakan karena harganya yang tinggi dan menjanjikan, berpeluang untuk bisa menjadi kaya. Tentunya dengan cara Usaha sarang Walet yang benar dan tepat. Sarang burung walet menjadi mahal dan masuk dalam  kategori bisnis paling menjanjikan dan sukses dikarenakan memiliki rahasia khusus, bahkan sejak abad 14 lalu rahasia ini menyebar dari mulut ke mulut bahwa liur walet bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setelah diteliti dari berbagai macam lapisan masyarakat, awam, pengusaha sampai ilmuan, mereka mengatakan kalau ini sangat ampuh untuk memelihara kesehatan dan menjaga kulit agar tetap cantik. Dari hal itulah maka tidak heran jika usaha budidaya ternak burung walet tidak pernah sepi mengingat tingginya permintaan pasar.

Sebagai informasi tambahan bahwa Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara secara rutin mengekspor sarang burung walet, dan kebutuhan akan sarang burung walet tetap belum terpenuhi dipasaran dunia bisnis sarang walet merupakan salah sah satu bisnis rumahan yang menjanjikan. Ini karena sarang burung walet memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan sarang burung walet di pasar internasional masih kekurangan sedangkan permintaan pasar terus meningkat. Sarang burung walet memiliki harga yang cukup tinggi karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti melancarkan peredaran darah, menyembuhkan penyakit paru-paru, panas dalam, serta dapat untuk menambah stamina. Sarang burung walet terbuat dari liur burung walet itu sendiri. Untuk itu Peluang Usaha sarang Burung Walet dikategorikan jenis bisnis atau usaha yang sangat menjanjikan dan bisa siapa saja menjadi sukses dari budidaya burung walet ini, tentunya perlu mengetahui tata caranya yang baik dan benar.

Info tambahan :

  • Ciri-Ciri Burung Walet :
Ciri-Ciri Burung Walet

Ciri-Ciri Burung Walet

  1. Berwarna gelap keseluruan, kalaupun ada warna lain pastilah sangat sedikit
  2. berukuran tubuh sedang/kecil, kurang lebih seukuran burung gereja
  3. terbangnya cepat
  4. memiliki sayap berbentuk sabit yang melengkung dan meruncing,
  5. memiliki kaki dan paruh sangat kecil
  6. tidak bisa berjalan dengan kakinya sehingga tidak pernah hinggap di pohon.
  7. mempunyai kebiasaan berdiam di gua atau rumah yang cukup lembab, remang-remang dan gelap
  8. menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.
  9. Mencari makan serangga yang terbang terutama pada sore hari sudah mulai surup.
  • Ciri-Ciri Sarang Burung Walet :
Ciri-Ciri sarang Burung Walet

Ciri-Ciri sarang Burung Walet

  1. Berwarna putih, jadi sangat berbeda dengan sarang burung kebanyakan.
  2. Berbentuk keras seperti adonan kerupuk yang sudah padat.
  3. Berbau khas mungkin jika kalian mencium secara langsung akan langsung tau.
  4. Berbentuk seperti mangkok kecil jika diibaratkan, jadi tidak seluruhnya tertutup
  5. Biasanya menempel pada dinding atau gua dengan posisi bagian atasnya terbuka.

Analisis Biaya dan Keuntungan Usaha Walet :

  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis budidaya burung walet di daerah Jawa Barat tahun 1999:

    1. Modal tetap
      1. Gedung Rp. 13.000.000,-
      2. Renovasi gedung Rp. 10.000.000,-
      3. Perlengkapan Rp. 500.000,-
        Jumlah modal tetap Rp. 23.500.000,-
        Biaya penyusutan/bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bln ( 5 th) Rp. 391.667,-
    2. Modal Kerja
      1. Biaya Pengadaan
        • Telur Walet 500 butir @ Rp. 5.000,- Rp. 500.000,-
        • Transportasi Rp. 100.000,-
        • Makan Rp. 50.000,-
      2. Biaya Kerja
        • Pelihara kandang/bln@ Rp. 5000,- x 3 bln Rp. 15.000,-
        • Panen Rp. 20.000,-
          Jumlah biaya 1x produksi:Rp. 650.000,-+Rp. 35.000,- Rp. 685.000,-
    3. Jumlah modal yang dibutuhkan pada awal Produksi
      1. Modal tetap Rp. 13.500.000,-
      2. Modal kerja 1x Produksi Rp. 685.000,-
        Jumlah modal Rp. 14.185.000,-
    4. Kapasitas produksi untuk 5 tahun 1 kali produksi :
      1. sarang burung walet menghasilkan 1 kg
      2. sarang burung sriti menghasilkan 15 kg
      3. untuk 1 tahun, 4 kali produksi, menghasilkan :
        • sarang burung walet 4 kg
        • sarang burung sriti 60 kg
      4. untuk 5 tahun, 20 kali produksi, menghasilkan :
        • sarang burung walet 20 kg
        • sarang burung sriti 300 kg
    5. Biaya produksi
      1. Biaya tetap per bulan : Rp. 23.500.000,-:60 bulan Rp. 391.667,-
      2. Biaya tidak tetap Rp. 685.000,-
        Total Biaya Produksi per bulan Rp. 1.076.667,-
        Jumlah produksiRp.1.076.667:16 kg (walet dan sriti) Rp. 67.292,-
    6. Penjualan
      1. sarang burung walet 1 kg Rp. 17.000.000,-
      2. sarang burung sriti 15 kg Rp. 3.000.000,-
        Untuk 1 kali produksi Rp. 20.000.000,-Untuk 5 tahun

        1. sarang burung walet 20 kg Rp. 340.000.000,-
        2. sarang burung sriti 300 kg Rp. 60.000.000,-
          Jumlah penjualan Rp. 400.000.000,-
    7. Break Even Point
      1. Pendapatan selama 5 Tahun Rp. 400.000.000,-
      2. Biaya produksi selama 5 th Rp. 1.076.667 x 60 bln Rp. 64.600.000,-
      3. Keuntungan selama 5 tahun Rp. 335.400.000,-
      4. Keuntungan bersih per produksi 335.400.000 : 60 bln Rp. 5.590.000,-
      5. .BEP 232.919
    8. Tingkat Pengembalian Modal 3 bulan (1 x produksi)

 

Untuk menjalankan Usaha Walet, Anda harus mempersiapakan beberapa hal agar dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

 

Tips Dan Panduan Usaha Walet Agar Sukses, Dari Awal Hingga Panen

Tips Dan Panduan Usaha Walet Agar Sukses, Dari Awal Hingga Panen

Kiat-kiat Usaha Sarang Burung Walet Agar Sukses, Dari Awal Hingga Panen

 

 1. Siapkan Kandang Burung Walet

desain gedung walet yang baik dan benar

desain gedung walet yang baik dan benar

Pertama-tama yang harus disiapkan dalam usaha budidaya ternak burung walet adalah persiapan kandang. Kandang harus berlokasi di tempat tinggi, sekitar 1000m dpl. Selain itu, daerah sarang burung walet juga harus jauh dari keramaian, termasuk manusia. Sebab, walet menukai lokasi yang sepi dan natural. Selain itu, pastikan kandang burung walet jauh dari binatang buas pemakan daging dan dekat dengan sungai, rawa, hutan, padang rumput dan juga sawa. Perlu Anda ketahui, burung walet menyukai lokasi yang dekat dengan air.

Ingat !! Burung walet tinggal didaerah yang gelap dan lembab sehingga gedung calon tempat budidaya walet dibuat sangat rapat hanya terdapat :

  • 1 pintu masuk untuk pemilik
  • lubang lubang udara yang ditutup dengan kain jarang/hitam disetiap sisinya kiurang lebih 1 meter 1 lubang untuk memastikan oksighen bisa masuk (lihat nomer 1 gambar di atas).
  • 1 jendela di bagian lantai paling atas gedung untuk pintu masuk walet (gambar nomer 3).

Setiap gedung biasanya terdiri dari minimal 2 sampai 5 lantai, tergantung pemilik, tapi jika milik saya adalah sekitar 4 lantai, sedangkan di lantai bagian paing bawah dibuat seperti kolam dan di isi air.
Begitu juga di bagian luar gedung dibuat seperti parit keliling yang mengelilingi gedung ditujukan untuk minum walet dan mencegah semut dan binatang lain masuk ke gedung dan memankan telor burung walet. Didalam gedung dipasangi speaker kecil kecil berjumlah banyak atau biasa kami sebut dengan istilah sreete yang kemudian diputarkan suara burung walet sepanjang hari (lihat gambar nomer 2 diatas). Tujuannya untuk membuat walet merasa berada dihabitatnya. Dan mengundang kawanan lain untuk tinggal.

Untuk pendirian gedung walet sebaiknya jauh dari suara bising atau lingkungan terlalu ramai karena walet bisa tidak betah dan pindah. Setelah gedung selesai dibuat atau direnovasi kita bisa menempelkan kotoran walet yang telah dicampur dengan air kemudian di tempelkan rata keseluruh bagian dalam gedung untuk membuat gedung berbau seperti walet hal ini bisa mengundang walet untuk tinggal. Untuk proses pengudangan burung walet pertama dan juga strategi yang diterapkan setiap orang tentu berbeda beda. Dan tentu saja cara satu dengan yang lain belum tentu sama kesuksesannya. Tapi biasanya ada beberapa orang yang menggunakan obat khusus yang disemprotkan didinding atau ada beberapa meminta bantuan pada peternak lain untuk diberikan calon indukan.

Download Suara Burung Walet Disini :

 

Bentuk Gedung Burung Walet yang ideal :

Harus seperti apa bentuk gedungnya? Nah, rumah gedung walet haruslah besar. Umumnya dibuat sekitar 10×15 m2 atau 10×20 m2. Paling ideal adalah jarak antara wuwungan dan plafon semain besar. Bubungannya harus lebih tinggi.

Untuk menjaga kelembapan kandang, buat tiga campuran yang berisi pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1. Lantainya juga sebaiknya dari plester. Sementara itu, bagian kerangka untuk melekatnya sarang terbuat dari kayu. Usahakan atap dari genteng dengan lubang keluar masuk burung 20×20 atau 20×35 cm2. Jangan hadapkan lubang ke timur karena bertepatan dengan cahaya matahari terbit.Lubangnya harus diberi warna hitam dan buat sesuai kebutuhan.

2. Siapkan Sarana dan Prasarana Burung Walet

Merujuk point nomor 1 diatas, sarang burung walet tidak boleh terlalu kering. Kadar kelembaban paling ideal adalah sekitar 80-95% dengan suhu 24-26 derajat C. Sedikit sulit melakukan ini, tapi Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Lapisi plafon kandang dengan ketebalan 20cm.
  • Buatlah saluran air atau kolam di dalam gedung.
  • Membuat ventilasi udara yang berbentuk L dengan diameter 4cm dan jarak 5 m,
  • Tutup semua jendela dan lubang yang sudah tidak terpakai.
  • Buat suasana kandang gelap dengan membuat penangkal sinar. Anda bisa memakai kain hitam atau corong dari goni.

3. Pembibitan Burung Walet Gratis, bisa juga dari telur

Pembibitan burung walet ini pada umumnya tidak sengaja (gratis). Umumnya pengusaha budidaya ternak burung walet menyiapkan rekaman suara burung walet untuk memancing mereka datang lebih banyak. Rekaman ini diputar jam 16:00-18:00. Untuk pemilihan telur, Anda bisa mendapatkannya di peternak walet. Umumnya walet bertelur dua butir setelah membuat sarang. Telur ini kemudian diambil dan dibudidayakan untuk bibit.

Kalau Anda membeli bibit telur, pilih telur yang sudah mendekati menetas. Umurnya sekitar 10-15 hari adalah rentang penetasan. Selain itu, telur tua ini potensi kematiannya lebih rendah. Penetasannya bisa dilakukandi mesin penetas dengan suhu 400 C dan kelembapan 70%. Tempatkan juga cawan berisi air.

4. Tips Makanan Burung Walet yang tepat

Untuk makanan anda tidak perlu mempusingkannya karena walet akan mencari makanan sendiri.
tapi sekedar saran bagi yang hendak mendirikan rumah walet karena biaya yang di keluarkan tidak sedikit, perlu di perhatikan hal hal berikut :

  • pilih lokasi yg pas di areal sumber pakan alami. bisa pinggiran hutan.persawahan. pinggiran aliran sungai. setidaknya pilih diateal lintasan walet. dan kalau anda memilih diaereal sentra yang padat gedung walet. harapan tipis, kenapa? karena sifat walet yang setia, dan koloni enggan berpisah dengan temanya kcuali terganggu. diperlukan penataan tata ruang suhu kelembaban yang ideal. sehingga walet mudah survei dan menginap.

5. Perawatan Burung Walet yang benar

Burung walet menyukai kroto segar. Untuk anak walet yang baru menetas, suapi 3 kali sehari dengan kroto segar dan tidak perlu dikeluarkan dari alat enetas karena butuh udara hangat. Saat bulu-bulu sudah tumbuh, pindahkan lagi dalam kotak khusus yang berisi penghangat. Walet dewasa rata-rata mmencari makan sendiri dan mereka makan serangga. Sebagai pengusaha budidaya ternak walet, Anda bisa menanam tanaman metode tumpang sari, budidaya kutu gaplek, membuat kolam khusus walet, menumpuk buah busuk di dekat sarang dan jangan lupa bersihkan kandangnya. Hati-hati juga dengan tikus, kecoa, semut, dan tokek. Jaga kebersihan kandang dari hama ini.

4. Waspadai Hama Pengganggu

Walet memiliki banyak hama yang mengganggu sehingga anda hrus memperhatikan benar keamanan gedung, beberapa hama walet diantaranya adalah :

  • Semut
  • Burung hantu atau elang dan pemakan burung kecil lainnya.
  • Kadal/tokek
  • tikus
  • kecoa dan masih banyak lagi

Untuk penanganannya tentu berbeda beda tapi biasanya setiap peternak walet pasti memiliki senapan angin yang dipakai untuk menembak burung predator atau hanya untuk sekedar menakut nakutinya. Untuk lengkapnya bisa dengan cara berikut :

  1. Tikus
    Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman.
    Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
  2. Semut
    Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur.
    Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
  3. Kecoa
    Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna.
    Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
  4. Cicak dan Tokek
    Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.

6. Cara Panen Sarang Burung Walet

Waktu Panen Sarang burung walet yang tepat :

1. Panen 4 kali setahun : Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.

2. Panen 3 kali setahun : Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.

3. Panen 2 kali setahun : Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet dan membuat walet betah.

PASCAPANEN : Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

Sarang burung walet dapat dipanen bila keadaan sudah memungkinkan, perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. karena Jika terjadi kesalahan saat proses menanen akan berakibat fatal bagi burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:

1. Panen Penetasan
Pada cara ini sarang dipanen ketika anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan nya adalah, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Tapi keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat. Cara panen ini paling cocok dilakukan pada awal awal untuk memperbanyak koloni dan memperbanyak sarang burung walet dan merupakan salah satu cara cepat meningkatkan populasi walet.

2. Panen Buang Telur
Cara ini dilakukan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. keuntungan panen ini yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya.

3. Panen rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walet karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.

Nah, sebagai pengusaha budidaya ternak burung walet, tergantung Anda kira-kira mau panen kapan. Yang penting Anda tahu menajemennya supaya produktifitas burung tidak turun.

2017-08-27T10:06:40+00:00