Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi) : Pencegahan dan Cara Pengobatan Alami

Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi). Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah tinggi dan dapat mengakibatkan penyakit lain seperti penyakit jantung. Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong melawan dinding arteri, dari jantung yang memompa darah melalui arteri. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah. Tekanan darah terbagi menjadi dua angka. Tekanan sistolik adalah angka atas, dan tekanan diastolik adalah angka bawah. Keduanya tercatat sebagai mm Hg (milimeter merkuri), yang memberi tahu tinggi kolom merkuri yang meningkat karena tekanan. Tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah antara kontraksi (jantung beristirahat).

Hipertensi kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.

Jenis Penyakit Hipertensi atau darah tinggi : Hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus tergolong “hipertensi primer”, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas.[1] Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Penderita hipertensi yang terus meningkat di Indonesia menyebabkan tingginya risiko penyakit stroke, ginjal, jantung dan demensia. Data Riskesdas 2013 menunjukkan, ada 25,8 persen pasien hipertensi di Indonesia dan 60 persen diantaranya tak sadar mengalaminya dan 80 persen tidak melakukan kontrol tekanan darah. Menurut Dr.dr.Yuda Turana, SpS, sebagian besar penderita hipertensi yang datang ke fasilitas kesehatan sudah memiliki komplikasi sehingga menyebabkan beban ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah. Dari data 6 bulan pertama pelaksanaan JKN (Januari-Juni 2014), klaim pengobatan rawat jalan dan rawat Inap penyakit katastropik sebesar Rp. 5,27 trilyun (data berasal dari Rumah Sakit, belum termasuk Puskesmas).

Cara mudah pencegahan Penyakit Hipertensi atau agar terhindar dari komplikasi hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui:

1. Olahraga

Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang.

Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.

2. Menjaga pola hidup sehat

Dengan memilih makanan yang baik (makan yang sehat dan bergizi serta mengurangi garam). Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya hindari makanan yang mengandung garam. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.

3. Kurangi Garam Atau Sodium 

Selain beberapa cara mengontrol tekanan darah tinggi diatas, pengurangan kecil pada sodium dalam diet juga dapat menurunkan tekanan darah hingga 2-8 mmHg. Bila Anda tidak merasa seperti Anda dapat secara drastis mengurangi kandungan garam dalam diet, maka Anda dapat menguranginya secara bertahap.

4. Mengontrol berat badan, tekanan darah dan gula dalam darah

Kendalikan kadar kolesterol dan diabetes. Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan dan mintalah ke dokter Anda agar memberikan obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

5. STOP merokok

Merokok melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat proses pengerasan pembuluh darah. Berhenti merokok merupakan salah satu upaya dalam mengubah gaya hidup sehat demi pencegahan hipertensi.

Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatan. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.Dengan melaksanakan gaya hidup sehat maka dapat mengurangi hipertensi atau tekanan darah tinggi, mencegah meningkatnya tekanan darah tinggi, meningkatkan efektivitas obat tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko serangan jantung, penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal.

Pengobatan Hipertensi Alami

Cara Mengobati Hipetensi dengan Bahan Alami

Terdapat sejumlah ramuan alami, untuk mengatasi tekanan darah tinggi seperti berikut :

1. Bawang Putih

Bahan :Bawang putih dikupas kulitnya sebanyak 2 biji
Cara pemakaian :Bawang putih dikunyah sampai halus lalu ditelan dan minum air hangat sebanyak 1 cangkir. Lakukan 3 kali sehari.

2. Buah mengkudu

Bahan :Buah mengkudu telah masak 2 buah
Cara pemakaian :Buah dicuci bersih kemudian diparut lalu peras dan saring airnya untuk diminum lakukan 2-3 kali sehari.
Catatan :Cara mengatasi darah tinggi yang disertai kencing manis sangat cocok memakai resep ini.

3. Pisang

Bahan :Pisang sebanyak 3-5 buah
Cara pemakaian:Dimakan sebagai buah segar
Catatan :Jenis pisang yang memiliki khasiat sebagai  makanan penurun darah tinggi adalah musa basyoo sieb dan musa sapientum L. buah ini digunakan untuk mengurangi pengerasan yang terjadi pada pembuluh darah.

4. Mentimun

Bahan :Buah mentimun 2 buah
Cara pemakaian:Buah sehat ini, dicuci sampai bersih kemudian diparut. Lalu diperas dan disaring airnya diminum, lakukan 2-3 kali sehari.

5. Daun seledri

Bahan :Daun seledri utuh sebanyak 16 batang
Cara pemakaian:Seledri dicuci lalu dipotong-potong kasar, masukkan kedalam panci. Rebus dengan 2 gelas air putih sampai tersisa air rebusan sebanyak setengahnya. Kemudian air dibagi menjadi 2 dan diminum, seledrinya dimakan.

6. Belimbing Manis

Bahan :Buah belimbing manis yang telah masak sebanyak 2 buah
Cara pemakaian:Kunyah sehabis makan pada waktu pagi dan sore

 7. Belimbing Wuluh

Bahan :Belimbing wuluh sebanyak 3 buah
Cara pemakaian:Buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya kemudian disaring dan dapat diminum setelah sarapan.
Catatan :Penderita hipertensi yang air kencingnya mengandung kristal oksalat tidak boleh memakai resep belimbing manis dan belimbing wuluh, karena belimbing mengandung asam oksalat. Jika penderita rentang mengalami asam lambung naik, dilarang memakai resep belimbing wuluh ini karena rasanya sangat asam.

Obat tradisional alami Hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga kini masih menjadi alternatif pilihan oleh masyarakat. Secara empirik tanaman obat diatas telah digunakan oleh masyarakat dan penggunaan obat tradisional di era modern ini semakin meningkat karena masyarakat masih mengakui, juga masih mau memanfaatkannya.

2017-03-30T09:10:30+00:00