Makalah Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Dini

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Tentang Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Dini berikut ini saya sajikan secara FULL, Temen-temen tinggal copy paste dan print saja. Namun sertakan sumber UmiCima.Com ya. Biasakan budaya menghargai.. ^_^ Daripada disimpan di komputer dan laptop Umi, lebih baik UmiCima sharingkan disini, Semoga Makalah Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak ini dapat bermanfaat untuk temen-temen semua dimanapun anda berada. Bila temen-temen mencari Makalah Tentang Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak ingin meng-copy dan print untuk memenuhi tugas sekolah/kuliah anda, UmiCima mempersilahkan. Namun Umi sarankan anda harus mahir MS. Office Word dan tau struktur penulisan yang baik dan benar ya.. Agar setelah Contoh Makalah Bahasa Indonesia ini anda copy paste di halaman Office Word rapi saat di print. Untuk halaman Cover (sampul) dan halaman sebelum BAB I buat sendiri ya.. Berikut langsung saja selengkapnya Makalah Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Dini untuk anda, Full Lengkap dari Bab I sampai Daftar Pustaka :

 

Download Makalah Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia Dini .doc / .docx Microsoft Word DISINI :

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 1. Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang teknologi telah berkembang kian pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di zaman yang modern ini. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular adalah gadget Setiap orang menggunakan gadget dengan teknologi yang modern seperti televisi, telepon genggam, laptop, komputer tablet, smart phone, dan lain-lain. Gadget ini dapat ditemui dimanapun, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka. “Apalagi jangankan anak-anak, orang tua pun ada yang sangat menyukai gadget sampai disebut gadget freak.” (Muzakki, 2013)

Panji Ismail (2013) Dari faktor semakin banyaknya teknologi yang bersaing menyebabkan harga dari gadget semakin terjangkau. Yang dulunya gadget adalah sesuatu yang elit, akan tetapi sekarang sudah tidak lagi. Dilihat dari kenyataan sekarang, sudah menjadi hal yang biasa bahwa anak-anak SD saja memiliki gadget berupa smart phone taupun Handphone sebagai bahan mainan mereka. Dahulu orang yang mampu membeli gadget hanyalah orang golongan menengah keatas, akan tetapi pada kenyataan sekarang orang tua berpenghasilan pas-pasan saja mampu membelikan gadget untuk anaknya.

Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menangah ke atas. Alasan mereka menggunakan gadget adalah untuk memudahkan bisnis mereka. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. “Semakin banyak produk yang ada di pasaran, maka semakin tinggi pula tingkat konsumtif pelaku pasar.” (Suhandi, 2013). Alasan para remaja menggunakan gadget karena memiliki berbagi fungsi selain untuk berkomunikasi juga untuk berbagi, menghibur dengan audio, video, gambar, game, dan lain-lain.

Disadari atau tidak kebiasaan lingkungan terhadap anak usia dini akan membentuk perkembangan anak. Pada saat ini seiring berkembangnya teknologi, banyak sekali yang berpengaruh pada anak salah satunya adalah penggunaan gadget. gadget sangat mudah sekali menarik perhatian dan minat anak dan sudah menjadi hal yang biasa jika anak-anak saja sudah memakai gadget dalam kehidupan sehari-hari. gadget memiliki dampak positif dan negatif, Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini.

Berbagai penelitian dari kedokteran maupun dunia psikolog mengenai dampak gadget telah dilakukan. Gadget memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, demikian pula terhadap anak-anak. Dari segi psikologis, masa kanak-kanak adalah masa keemasan dimana anak-anak belajar mengetahu apa yang belum diketahuinya. Jika masa kanak-kanak sudah tercandu dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anakpun akan terhambat khususnya pada segi prestasi. Dari penjelasan di atas maka saya tertarik untuk memilih judul ”Pengaruh Gadget terhadap moral Anak  Usia Dini” yang diharapkan agar masyarakat siap terutama para orang tua untuk menghadapi era modern ini, serta dapat membimbing anaknya untuk maju dan tidak terpengaruh buruk oleh perkembangan teknologi sekarang ini.

2. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini
  2. Apakah pengaruh gadget berdampak positif dan negatif terhadap moral anak?

 

3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam pembuatan makalah penelitian ini yaitu :

  1. Apakah pengaruh Gadget bagi perkembangan anak usia dini
  2. Apakah dampak negatif gadget bagi anak usia dini
  3. Apakah dampak positif gadget bagi anak usia dini
  4. Bagaimana cara untuk mengatasi anak yang sudah ketergantungan dengan gadget?
  5. Bagaimana mempertahankan moral anak dengan bermain gadget.

 

4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1. untuk mengetahui dan memahami apa itu gadget
  2. apa saja yang dapat dilakukan dengan gadget
  3. pengaruh gadget terhadap perkembangan anak
  4. bagaimana cara atau hal yang harus dilakukan ketika anak sudah ketergantungan dengan gadget.

 

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus.” (Osland,2013). “istilah gadget sebagai benda dengan karakteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan berhubungan dengan ukuran serta biaya” (Rayner, 1956).

Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis

2. Macam-Macam Gadget

Gadget  pada zaman sekarang sudah sangat berkembang, hal itu dibuktikan dengan banyak nya model Gadget yang dapat kita temukan dengan mudah. Benda ini merupakan benda yang tidak asing lagi, bahkan sampai anak Sekolah Dasar sudah bisa memakainya. Macam -macam gadget tersebut juga mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Macam-macam gadget yaitu sebagai berikut :

  • Laptop

Adalah sebuah komputer yang bisa di bawa kemana saja ksesuai dengan keinginan kita. Laptop merupakan hasil modifikasi sebuah Komputer PC, bentuk dan berbagai merk sudah di milik oleh gadget satu ini . bentuk yang ringan dan mempunyai banyak fungsi membuat orang tergiur membelinya.

  • Kamera Digital

Adalah alat yang bisa untuk memotret sebuah objek yang kita inginkan.

  • Pemutar Media Player MP3/MP4

Adalah sebuah barang elektronik yang sudah umum di hidup kita, yang mempunyai fungsi untuk memutar musik atau video. Umumnya media player ini kita sebut dengan MP3 dan MP4.

  • Handphone

Handphone atau ponsel atau yang sering di dengan telinga kita HP. Gadget ini adalah yang sangat populer di kalangan kita, dimana Handphone merupakan barang elektronik yang berfungsi sebagai alat komunikasi.

  • Tablet PC

adalah suatu komputer portabel lengkap yang cara pengoperasiannya menggunakan teknologi layar sentuh,serta dapat dimanfaatkan dalam bidang apapun

3. Pengertian Moral

Apabila membicamkan krisis moml (akhtak), yang petlu dipahami adalah pengertian dari moral (akhlak) itu sendiri agar tidak terjadi kesalahan semantik.Bertens memandang moral (akhlak) sebagai keseluruhan asas dari nitai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Semua bangsa mempunyai pengalaman terhadap baik dan buruk, tetapi tidak selalu ada pendapat yang sama tentang apa yang harus dianggap baik atau buruk itu. Peagertian tentang baik dan buruk merupakan sesuatu yang umum yang terdapat di mana-mana dan di segala zatnarL. Dengan kata lain akhlak atau moralitas merupakan fenomena manusiawi (kemanusiaan) yang universal.

Moral atau “ethos” seseolang atau sekelompok orang adalah bukan hanya apa yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang itu, melainkan juga apa yang menjadi pemikiran dan pendirian mereka mengenai apa yang baik dan apa yang tidak baik, mengenai apa yang patut

dan tidak patut untuk dilakukan. Perbuatan-perbuatan atau perilaku orang pada umumnya tidak selalu adalah tanda, adalah manifestasi keyakinan atau pandangan hidup orang.

Dalam penggunaannya sebagai kata sifat, moral dapat dimaknakan sebagai

  1. sesuatu yang menyangkut penilaian atau pengajaran tentang kebaikan atau keburukan watak ataukelakuan;
  2. sesuatu yang bersetujuan dengan ukuran-ukuran maupun kelakuan yang baik;
  3. sesuatu yang timbul dari hati nurani;
  4. hal yang punya dampak kejiwaan bukan keragaan;
  5. hal yang didasarkan atas kelayakan daripada bukti;
  6. prinsip yang diajarkan (atau disimpulkan) lewat sebuah cerita atau kejadian;
  7. aturan-aturan kebiasaan tingkah laku (khususnya tingkah laku seksual).

Dalam konteks Islam, moral (akhtak) dimaknai sebagai pandangan dan sikap hidupterpuji berlandaskan ajaran Allah yang terrnaktub dalam al-Qur’an dan disampaikan oleh NabiMuhammad SAW. Secara lebih terperinci, objek atau lapangan akhlak dalam Islam meliputi bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan penciptanya, manusia terhadap dirinya. manusia terhadap keluarganya, manusia terhadap masyarakatnya, manusia yang satu dengan masyarakat lainnya, manusia terhadap hewan, dan manusia terhadap makhluk lainnya.

1. Pendidikan Moral dan Pendidikan Karakter

a. Pendidikan Moral

Pendidikan Agama telah diwajibkan di sekolah, lantas mengapa kemerosotan moral, atau setidaknya tingkah laku siswa yang “amoral” masih saja terjadi? Apakah pendidikan agama harus dihapuskan? Nampaknya mempertahankan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah akan jauh lebih baik daripada menghapuskannya. Pendidikan agama akan dapat ikut menanggulangi serta memberi prevensi terhadap masalah moralitas bangsa.

Pendidikan moral adalah pendidikan keteladanan. Tanpa keteladanan dan panutan, moral akan semakin pudar. Akhir-akhir ini kalangan birokrat, pendidik, orangtua, dan generasi muda

b. Pendidikan Karakter

pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan perkembangan moral anak. Pendidikan karakter adalah proses mengajari anak dengan pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral yang membahayakan orang lain dan membahayakaa dirinya sendiri seperti perilaku berbohong, menipu dan mencuri. Dengan adanya proses pendidikan ini peserta didik dapat memahami bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku yang keliru. 

c. Pengaruh Gadget Terhadap Moral

Gadget sangat berpengaruh terhadap moral anak, secara umum ada tujuh masalah moral yang dipengaruhi dengan bermain gadget :

  1. Hilangnya Kejujuran
  2. Hilangnya Rasa Tanggung Jawab
  3. Tidak Berpikir Jauh ke Depan (Visioner)
  4. Rendahnya Disiplin
  5. Kriris Kerjasama
  6. Krisis Kepedulian

d. Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Anak

Dokter anak yang berasal dari Amerika Serikat,  Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, menyebutkan beberapa dampak buruk gadget terhadap anak:

  1. Pertumbuhan otak yang terlalu cepat

Diantara usia 0 – 2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa yang paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk dari gadget. Hanya saja, stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif dan kurangnyya kemampuan mengendalikan diri.

  1. Hambatan perkembangan

Saat menggunakan gadget, anak cendrung kurang bergerak, yang berdampak pada hambatan perkembangan. Satu dari tiga anak yang masuk sekolah cendrung mengalami hambatan perkembangan sehingga berdamapk buruk pada kemampuan berbahasa dan prestasi di sekolah.

  1. Obesitas

Penggunaan gadget yang berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang diperbolehkan menggunakan gadget di kamarnya mengalami pengingkatan obesitas sebanyak 30 persen. Padahal diketahui bahwa obesitas pada anak mengingkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.

  1. Gangguan tidur

Tidak semua orang tua mengawasi anaknya saat menggunakan gadget sehingga kebanyakan anak pun mengoperasikan gadget dikamar tidurnya. Sebuah studi menemukan, 75% anak-anak usia 9 – 10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

  1. Penyakit mental

Sejumlah studi menyimpulkan, penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab meningkatnya laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar dan gangguan perilaku pada anak

  1. Agresif

Anak-anak yang terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif. Apalagi, saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan kekerasan-kekerasan lainnya.

  1. Pikun digital

Konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian, sekaligus penurunan daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya, bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cendrung menyusut.

  1. Adiksi

Karena kurangnya perhatian orang tua (yang dialihakan pula oleh gadget), anak-anak cendrung lebih dekat dengan gadget mereka. Padahal, hal itu memicu adiksi sehingga mereka seakan tak bisa hidup tanpa gadget mereka.

  1. Radiasi

WHO mengkategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya. Apalagi, anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi karena otak dan sistem imun masih berkembang sehingga risiko masalah dari radiasi gadget lebih besar dari orang dewasa

  1. Tidak Berkelanjutan

Sebuah penelitian membutikan, edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dalam ingatan anak-anak. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka.

e. Dampak Positif dan Negatif Gadget Terhadap Moral dan Perkembangan Anak Usia Dini

Dampak pengaruh Gadget pada perkembanan anak sangat banyak. Dampak yang diberikan dari segi pendidikan di Indonesia terbagi dua yaitu, dampak positif dan dampak negatif.

  • Dampak Positif

Dampak positif gadget bagi perkembangan anak usia dini yaitu sebagai berikut :

  • Menambah pengetahuan

Rizki syaputra, Dhani. (2013) menyimpulkan bahwa dengan menggunakan gadget yang berteknologi canggih, anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai tugas nya disekoloah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja dan kapan saja yang ingin kita ketahui. Dengan demikian dari internet kita bias menambah ilmu pengetahuan.

  • Memperluas jaringan persahabatan

Gadget dapat memperluas jaringan persahabatan karena dapat dengan mudah dan cepat bergabung ke social media. Jadi, kita dapat dengan mudah untuk berbagi bersama teman kita.

  • Mempermudah komunikasi

Gadget merupakan salah satu alat yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia.

  • Melatih kreativitas anak

Kemajuan teknologi telah menciptakan beragam permainan yang kreatif dan menantang. Banyak anak yang termasuk kategori ADHD diuntungkan oleh permainan ini oleh karena tingkat kreativitas dan tantangan yang tinggi.

Menurut Baihaqi dan Sugiarmin (2006: 2) ADHD sendiri merupakan singkatan dariAttention Deficit Hyperactivity Disorder yang merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

  • Dampak Negatif

Dampak positif gadget bagi perkembangan anak usia dini yaitu sebagai berikut :

  • Mengganggu Kesehatan

Gadget dapat mengaganggu kesehatan manusia karena efek radiasi dari teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan manusia terutama pada anak-anak yang berusia 12 tahun kebawah. Efek radiasi yang berlebihan dapat mengakibatkan penyakit kanker. 

  • Dapat mengganggu perkembangan anak

Gadget memilki fiture-fiture yang canggih seperti, kamera, video, games dan lain-lain. Fiture itu semua dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Misalnya ketika guru menerangkan pelajaran di depan salah satu siswa bermain gadget nya di belakang atau bias juga di pergunakan sebagai alat untuk hal-hal yang tidak baik.  

  • Rawan terhadap tindakan kejahatan

Setiap orang pasti ada yang memiliki sifat update di mana saja. Jadi orang ingin berbuat kejahatan dengan mudah mencari nya dari hasil update nya yang boleh dibilang terlalu sering. 

  • Dapat mempengaruhi prilaku anak /moral anak

“Kemajuan teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga menganggap apa yang didapatnya dari internet atau teknologi lain adalah pengetahuan yang terlengkap dan final” (Ratih Ibrahim, 2012). Pada faktanya ada begitu banyak hal yang harus digali lewat proses pembelajaran tradisional dan internet tidak bisa menggantikan kedalaman suatu pengetahuan. Kalau tidak dicermati, maka akan ada kecenderungan bagi generasi mendatang untuk menjadi generasi yang cepat puas dan cenderung berpikir dangkal.

Kemajuan teknologi yang membawa banyak kemudahan, generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan. Dengan kata lain, anak akan berpikir atau merasa bahwa hidup ini seharusnya mudah dan pada akhirnya anak berusaha untuk menyederhanakan masalah dan berupaya menghindari kesukaran.

Kemajuan teknologi mempercepat segalanya dan tanpa disadari anak pun dikondisikan untuk tidak tahan dengan keterlambatan. Hasilnya anak makin hari makin lemah dalam hal kesabaran serta konsentrasi dan cepat menuntut orang untuk memberi yang diinginkannya dengan segera.

Romo (2013). Menurutnya bermain gadget dalam durasi yang panjang dan dilakukan setiap hari secara kontinyu, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang antisosial. Ini terjadi karena anak-anak ini tidak diperkenalkan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal. Waktu untuk bercengkerama secara langsung berkurang karena sekarang waktu tersita untuk menikmati semuanya dalam kesendirian

f. Cara Mengatasi Dampak Negatif Dari Pengaruh Gadget Terhadap Moral dan Perkembangan Anak Usia Dini

Sosok yang paling berpengaruh dalam mencegah maupun mengatasi dampak negatif dari gadget adalah orang tua. Maka orang tua memiliki peran besar dalam membimbing dan mencegah agar teknologi gadget tidak berdampak negatif bagi anak.

Jovita Maria Ferliana, M.Psi. (2013) menjelaskan cara-cara yang harus dilakukan oleh orang tua ialah sebagai berikut :

  1. Pilih sesuai Usia

Dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Artinya, jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5 tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya, tapi fungsi orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak.

Ditinjau dari sisi neurofisiologis, otak anak berusia di bawah 5 tahun masih dalam taraf perkembangan. Perkembangan otak anak akan lebih optimal jika anak diberi rangsangan sensorik secara langsung. Misalnya, meraba benda, mendengar suara, berinteraksi dengan orang, dan sebagainya. Jika anak usia di bawah 5 tahun menggunakan gadget  secara berkelanjutan, apalagi tidak didampingi orangtua, akibatnya anak hanya fokus ke gadget dan kurang berinteraksi dengan dunia luar.

Yang berikutnya, otak bagian depan adalah bagian yang berfungsi memberi perintah dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Di bagian otak belakang, ada yang namanya penggerak. Di bagian ini, terdapat hormon endorfin yang mengatur pusat kesenangan dan kenyamanan. Pada saat bermain gadget, anak akan merasakan kesenangan, sehingga memicu meningkatnya hormon endorfin. kecanduan berhubungan dengan ini jika dilakukan dalam jangka waktu lama dan kontinyu . Akibatnya, ke depannya, anak akan mencari kesenangan dengan jalan bermain gadget, karena memang sudah terpola sejak awal perkembangannya.

Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari, meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Memang di gadget juga ada pengenalan warna atau games di mana orang melompat. Namun, kemampuan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek nyata di dunia luar tidak diperoleh anak.

  1. Batasi Waktu

Anak usia di bawah 5 tahun, boleh-boleh saja diberi gadget. Tapi harus diperhatikan durasi pemakaiannya. Misalnya, boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur pengenalan warna, bentuk, dan suara.

Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10 tahun) orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget. Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, kalau tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games  atau browsing mencari informasi. Intinya, kalau orang tua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa menggunakan gadget  secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget.

  1. Hindarkan Kecanduan

Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. Maka sampai remaja pun ia akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini sudah terbentuk. Ini sebabnya, orang tua harus ketat menerapkan aturan ke anak, tanpa harus bersikap otoriter. Dan jangan lupa, orangtua harus menerapkan reward and punishment. Kalau ini berhasil dijalankan, maka anak akan bisa melakukannya secara bertanggungjawab dan terhindar dari kecanduan.

Ciri-ciri anak yang sudah kecanduan antara lain:

  1. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dengan gadget.
  2. Anak mengabaikan/mengesampingkan kebutuhan lain hanya untuk bermian gadget. Misalnya lupa makan, lupa mandi.
  3. Anak mengabaikan teguran-teguran dari orang sekitar
  1. Beradaptasi dengan zaman

Salah satu dampak positif gadget adalah akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang anak. Artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.

Artinya fungsi adaptif anak berkembang. seorang anak harus tahu fungsi gadget dan harus bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan  teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal.

Namun, fungsi adaptif juga harus menyesuaikan dengan budaya dan tempat seseorang tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa dimana gadget adalah barang langka, maka wajar kalau anak tidak tahu dan tidak kenal yang namanya gadget

g. Cara Mengatasi Anak Yang Sudah Ketergantungan Dengan Gadget

Apabila anak sudah kecanduan dengan gadget maka hal-hal yang bisa dilakukan orang tua adalah sebagai berikut :

  1. Beri waktu batasan menggunakan gadget

Dengan memberikan batasan/mengurangi waktu untuk menggunakan gadget maka lama kelamaan anak akan mulai lupa dengan gadgetnya.

  1. Kembangkan bakat anak

Misalnya adalah dengan mengembangkan bakat yang dimiliki anak. Entah itu bermain musik menggambar/melukis dan yang lainnya.

  1. Sering-seringlah bermain dengan anak

Orang tua yang sering bermain dengan anaknya akan membuat sang anak lebih fokus  kepada orang tuanya dibanding dengan gadgetnya. Ajaklah anak bermain di luar rumah. Ini akan mempercepat tumbuh berkembang anak.

  1. Ajaklah anak ikut beraktivitas dengan anda

Misalnya adalah ketika memasak maka ajaklah anak Anda dan aktivitas-aktivitas lain yang memungkinkan anak anda untuk diajak

  1. Ajaklah anak Anda berekreasi

Dengan gadgetnya karena rekreasi membuat anak anda merasa senang dan gembira. Apalagi ketika anda mengajak anak anda berekreasi ke tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang bagus, seperti pegunungan, pantai, kebun binatang dan yang lainnya. 

 

 

BAB III

PENUTUP

 1. Kesimpulan

Penggunaan gadget boleh saja asalkan tidak berlebihan dan tidak menyebabkan adiksi terhadap anak. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi penggunaan gadget. Orang tua seharusnya lebih meluangkan waktu untuk anaknya bukan justru memberi gadget kepada anak dengan alasan tidak punya waktu untuk bermain dengan anaknya.

Selain itu Gadget juga sangat berpengaruh terhadap moral anak salah satunya hilangnya dengan bermain gadget hilangnya rasa kepedulian, tanggung jawab terhadap sesama serta rendahnya kedisplinan terhadap anak itu sendiri.

2. Saran

Sebaiknya anak usia dini tidak diberikan gadget, permainan yang nyata itu lebih baik daripada permainan virtual atau permainan yang terdapat pada gadget. Karena permainan secara langsung terdapat gerakan dan interaksi antara anak dan orang tua. Lebih mempercepat perkembangan fisik maupun mental anak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mursidin. 2005. “Moral” Jakarta : Penerbit CV Penelitian Agama

2017-08-15T17:06:45+00:00