Dampak Pencemaran Lingkungan dan Upaya Mengatasinya

  BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan bagian dari komponen lingkungan hidup yang senantiasa saling mempengaruhi. Pengaruh manusia terhadap lingkungannya sangat besar. Hal ini dapat dapat diketahui dari eksploitasi dan eksplorasi manusia terhadap alam melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pencemaran air, tanah dan udara yang ada disekitar kita yang disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak dapat memanfaatkan kekayaan alam secara efektif dan efisien, serta kurangnya kesadaran manusia dengan dampak yang akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia itulah kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang.

Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya, yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air dan udara.

Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Air sangat dibutuhkan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang sangat banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernapasan manusia. Lingkungan yang sehat dapat terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik.

Lingkungan di Indonesia perlu ditangani, karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah masalah mengenai keadaan lingkungan hidup, seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi diberbagai daerah.

Secara garis besar, komponen lingkunga dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok biotic (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok a biotic (tanah, air dan udara).

 

1.2.  Rumusan Masalah

  1. Sebutkan jenis-jenis lingkungan apa sajakah lingkungan yang dapat tercemar?
  2. Apa dampak yang ditimbulkan pada jenis-jenis pencemaran lingkungan?
  3. Bagaimanakah upaya mengatasi pencemaran lungkungan?

 

1.3.  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah agar kita dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

 

1.4 Metode Penelitian

Pada pembuatan karya ilmiah ini, metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi mengenai karya ilmiah ini, yaitu dari data internet.

 

1.5. Kegunaan Penelitian

Bagi Penulis :

  1. Melatih kemampuan Penulis dalam mengembangkan informasi yang didapat dari berbagai sumber terpercaya.
  2. Melatih Penulis agar bertanggungjawab menyelesaikan tugas yang telah ditugaskan kepada Penulis.
  3. Melatih ketelitian Penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.
  4. Dan juga melatih kesabaran Penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah.

Bagi Pembaca :

Menambah pengetahuan dan juga sebagai sumber referensi tentang pencemaran lingkungan yang Penulis tuangkan dalam karya tulis ilmiah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1. Pengertian Lingkungan Hidup

Dampak Pencemaran Lingkungan

Dampak Pencemaran Lingkungan

Menurut Undang – Undang pokok pengelolaan Lingkungan Hidup nomor 4 Tahun 1982. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengaruhi kehidupan, pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi organisme.

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup, termasuk didalmnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Zat penyebab polusi atau pencemaran lingkungan disebut polutan. Syarat – syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya karbondioksida dengan kadar 0.033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0.033% dapat member efek merusak.

 

2.2. Dampak dari Pencemaran Lingkungan

 

Pencemaran lingkungan dapat berkibat terhadap kesehatan manusia, tata kehidupan, pertumbuhan flora dan fauna yang berada pada jangkauan. Gejala pencemaran lingkungan dapat dilihat pada jangka waktu singkat maupun panjang, yakni pada tingkah laku dan petumbuhan. Pencemaran dalam waktu relative singkat terjadi seminggu sampai dengan setahun, sedangkan pencemaran dalam waktu panjang terjadi dalam jangka waktu 20 tahun atau lebih.

Gejala pencemaran yang terjadi dalam waktu singkat dapat diatasi dengan melihat sumber pencemaran, lalu mengendalikannya. Tanda-tanda pencemaran ini dapat dilihat pada komponen lingkungan yang terkena pencemaran. Berbeda dengan pencemaran yang terjadi dalam waktu cukup lama. Bahan pencemaran sedikit berakumulasi.

Dampak pencemaran semua tidak begitu kelihatan. Namun, setelah mengalami waktu yang relative panjang dampak pencemaran kelihatan nyata dengan berbagai akibat yang ditimbulkan. Unsur-unsur lingkungan mengalami perubahan habitat.

Kondisi kesehatan manusia juga menunjukan perubahan, misalnya timbul penyakit baru yang sebelumnya tidak ada, kondisi air, mikroorganisme, unsur hara dan nilai estetika mengalami perubahan yang cukup menyedihkan.

Bahan pencemaran yang terdapat dalam limbah industry ternyata telah memberika dampak serius dan mengancam satu atau lebih unsure lingkungan. Jangkauan pencemaran dalam jangka pendek maupun panjanng tergantung pada sifat limbah, jenis, volume limbah, frekuensinya dan lama limbah berperan.

 

2.3.  Usaha-Usaha Pelestarian Lingkungan

 

  • Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur kemampuan irigasi atau dreinase, sehingga aliran air tidak tergenang.
  • Memberikan perilaku khusus pada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
  • Melakukan rebooisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul serta melakukan system tebang pilih atau tebang tanam untuk kelestarian hutan.
  • Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industry yang ramah lingkungan.
  • Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.

 

2.4 Jenis-jenis Pencemaran Lingkungan

 

Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemamran udara, tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara.

  • Pencemaran udara, ditimbukan oleh ulah manusia antara lain disebabkan oleh hasil pembakaran, khususnya bhan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, pesawat terbang atau roket.
  • Pencemaran tanah, disebabkan kerena sampah plastic atau anorganik lain yang tidak dapat diuraikan didalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun tanaman. Dampaknya, ekosistem akan rusak.
  • Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak dan berbagai bahan kimia lainnya. Selain itu tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran.
  • Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia yaitu, suara yang memiliki kekuatan >80 desibel.

 

2.5 Dampak yang Ditimbulkan pada Jenis-jenis Pencemaran

 

Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara antara lain berkurangnya kadar oksigen (O2 ) diudara, menipisnya lapisan ozon (O3  ) dan bila bersenyawa dengan air hujan asam yang dapat merusak  dan mencemari air, tanah atau tumbuhan.

  • Jenis pencemaran tanah

Rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurang nya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat di manfaatkan.

  • Jenis pencemaran air

Dampak yang di timbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai danau atau waduk, tercemarnya air tanah air permukaan dan air laut.

  • Pencemaran suara

Dampak yang menimbulkan efek fisikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung penurunan detak jantung penurunan, pendengaran karena kebisingan, yang bisa menimbulkan stress.

 

2.6  Upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan

 

Permasalahan pencemaran lingkunganan yang harus kita atasi bersama di antaranya pencemaran air, dan sungai, pencemaraan udara perkotaan, konstaminasi tanah oleh sampah, ujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, konstaminasi zat radio aktif dan sebagaianya untuk menyelesaikan cara pencemaran ini, tentunya kita harus mengetahui sumber tercemar, bagaimana peroses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana lanakah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

 

Lingkungan hidup adalah lingkungan yang harus kita jaga dan di lestarikan agar lingkungan tidak tercemar dan tetap di lestarikan. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energy, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (missal gunung meletus, gas beracun). Polutan adalah zat penyebab polusi atau pencemaran lingkungan dan keberadaannya dapat menimbulkan kerugian terhadap makhluk hidup.

 

3.2  Saran

  • Masyarakat harus menjaga lingkungan hidup agar lingkungan hidup tetap bersih dan aman dan nyaman.
  • Manusia harus senantiasa menjaga lingkungan agar tetap lestari dan tidak tercemar.
  • Kita harus menggunakan sumber daya alam yang ada secara bijak serta menjaga dan merawatnya agar tidak punah.
  • Seharusnya manusia memikirkan dampak yang ditimbulkan terlebih dahulu sebelum melaksanakan sesuatu.
  • Manusia harus segera sadar diri setelah mengetahui kejadian – kejadian yang sudah terjadi agar tidak terulang lagi.
  • Pemerintah juga harus membuat peraturan dan sanksi sacara tegas bagi pihak – pihak yang telah merusak lingkungan, serta mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang tidak tercemar.
2017-12-09T06:55:15+00:00