Contoh Makalah Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an Lengkap

Contoh Makalah Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an berikut ini saya sajikan secara FULL, Temen-temen tinggal copy paste dan print saja. Namun sertakan sumber UmiCima.Com ya. Biasakan budaya menghargai.. ^_^ Daripada disimpan di komputer dan laptop Umi, lebih baik UmiCima sharingkan disini, Semoga Contoh Makalah Agama Islam Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an ini dapat bermanfaat untuk temen-temen semua dimanapun anda berada.

Bila temen-temen mencari Makalah Tentang Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an ingin meng-copy dan print untuk memenuhi tugas sekolah/kuliah anda, UmiCima mempersilahkan. Namun Umi sarankan anda harus mahir MS. Office Word dan tau struktur penulisan yang baik dan benar ya.. Agar setelah Contoh Makalah Beriman Kepada Al-Qur’an ini anda copy paste di halaman Office Word rapi saat di print. Untuk halaman Cover (sampul) buat sendiri ya.. Berikut langsung saja selengkapnya Makalah Beriman Kepada Al-Qur’an untuk anda :

Contoh Makalah Tentang Beriman Kepada Al-Qur'an Lengkap

Contoh Makalah Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an Lengkap

 

Download Contoh Makalah Tentang Beriman Kepada Al-Qur’an .doc / .docx microsoft office word DISINI :

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam agama islam dikenal empat buah kitab yang wajib kita percaya serta kita imani. Jumlah kitab suci sebenarnya tidak dijelaskan dalam Al-quran juga dalam Hadits. Selain dari kitab Allah yang dturunkan melalui rasul melalui malakiat Jibril, kita juga bisa berpedoman pada Hadits nabi Muhammad SAW dan sahifah-sahifa/ suhuf/ lembaran firman Allah SWT yang diturunkan pada nabi Adam, Ibrahim, dan Musa AS.

Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT hukumnya adalah wajib ‘ain atau wajib bagi seluruh warga muslim di seluruh dunia. Dilihat dari pengertian atau arti defenisi, kitab Allah SWT adalah kitab suci yang merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT melalui rasul-rasulnya untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia sepanjang masa. Orang  yang mengingkari serta tidak percaya kepada Al-quran disebut orang-orang murtad.

Daftar kitab-kitab Allah SWT beserta Rasul penerima wahyunya

  1. Kitab Taurat diturunkan kepada nabi Musa AS
  2. Kitab Zabur diturunkan kepada nabi Daud AS berbahasa Qibty
  3. Kitab Injil diturunkan kepada nabi Isa AS berbahasa Suryani
  4. Kitab Al-Quran  kepada nabi Muhammad SAW berbahasa arab

Kitab suci injil yang saat ini dijadikan kitab suci oleh kaum nasrani / Kristen katolik dan protestan sangat berbeda dengan injil yang diwahyukan kepada nabi Isa AS semasa hidupnya untuk kaumnya. Oleh sebab itu datang Al-Quran untuk menjadi penyempurna seluruh kitab suci yang ada.

  1. Rumusan Masalah
  2. Pengertian iman kepada Al-Qur’an
  3. Karakteristik Al-Qur’an
  4. Fungsi dan Akhlak Al-Qur’an

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN IMAN KEPADA AL-QUR’AN

 Al-Qur’ān (menurut ejaan KBBI: Alquran, ARAB: القرآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-‘Alaq ayat 1-5.

  1. Etimologi

     Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18Surah Al-Qiyamah yang artinya:

“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)

  1. Terminologi

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah

        Menurut Bahasa iman artinya Percaya, Sedangkan menurut arti sebenarnya iman adalah mempercayai dengan sepenuh hati akan apa yang kita imani tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.Sedangkan Al-Qur’an berasal dari bahasa qa-ra-aa yangartinya “Bacaan”.Kata Al-qur’an berbentuk masdhar dengan arti isim yaitu ma’ful yaitu “maqru”(yang dibaca).

      Jadi arti dari Iman Kepada Kitab Suci Al-Qur’an adalah kita harus mempercayai akan kebenaran semua ayat-ayat yang ada dalam Kitab Suci Al-Qur’an tanpa ada keraguan terhadap kandungan ayat tersebut, meskipun hanya satu ayat.

     Maka dari itu apabila kita masih ragu terhadap kandungan ayat-ayat Al-Qur’anmeskipun hanya satu ayat saja, maka dipastikan iman kita belum sempurna atau masih di katakan belum sah. Kalau iman kita belum sah betul maka, secara otomatis segala amaliah kita baik itu duniawi maupun ukhrawi akan sia-sia belaka.

  1. KARAKTERISTIK AL-QUR’AN.
  2. Diturunkan bukan untuk menyusahkan manusia.
  3. Bacaan yang teramat mulia dan terpelihara.

3.Tidak seorangpun yang dapat menandingi keindahan dan keagungan Al-Qur’an.

  1. tersusun secara terperinci dan rapi.

5.Mudah dipahami dan diambil pelajaran .

      Dr. Yusuf Qaradhawi memaparkan beberapa karakteristik Al-Quran dalam kitabnya ”Kaifa Nata’amal ma’al al-Quran“,( Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran), secara singkatnya sebagai berikut :

  1. Al-Quran adalah Kitab Ilahi

     Al-Quran berasal dari Allah SWT, baik secara lafal maupun makna. Diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya; Muhammad saw melalui ‘wahyu al-jaliy’ wahyu yang jelas. Yaitu dengan turunnya malaikat utusan Allah, Jibril a.s untuk menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW yang manusia, bukan melalui jalan wahyu yang lain ; seperti ilham, pemberian inspirasi dalam jiwa, mimpi yang benar atau cara lainnya.

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Artinya : Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu ( Huud 1)

  1. Al-Quran adalah Kitab Suci yang terpelihara

        Diantara karakteristik Al-Quran yang lainnya adalah ia merupakan kitab suci yang terpelihara keasliannya. Dan Allah SWT sendiri yang menjamin pemeliharaannya, serta tidak membebankan hal itu pada seorang pun. Tidak seperti yang dilakukan  pada kitab-kitab suci selainnya, yang hanya dipelihara oleh umat yang menerimanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :

بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ

disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah … (Al-Maidah 44) 
Adapun makna dipeliharanya al-Quran adalah Allah SWT memeliharanya dari pemalsuan dan perubahaan terhadap teks-teksnya, seperti yang terjadi terhadap Taurat, Injil, dan sebelumnya.

  1. Al-Quran adalah Kitab suci yang menjadi Mukjizat

     Diantara karakteristik Al-Quran adalah kemukjizatannya. Ia adalah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga bangsa arab hanya menyebut-nyebut mukjizat itu saja, tidak yang lainnya, meskipun dari beliau terjadi mukjizat yang lain yang tidak terhitung jumlahnya.

  1. Al-Quran adalah Kitab Suci yang menjadi Penjelas dan dimudahkan Pemahamannya
    Al-Quran adalah kitab yang memberi penjelasan dan mudah dipahami. Tidak seperti kitab filsafat, yang cenderung untuk menggunakan simbol-simbol dan penjelasan yang sulit, tidak pula seperti kitab sastra yang menggunakan perlambang-perlambang, yang berlebihan dalam menyembunyikan substansi, sehingga sulit dipahami akal.

Allah SWT menurunkan Al-Quran agar makna-maknanya dapat ditangkap, hukum-hukumnya dapat dimengerti, rahasia-rahasianya dapat dipahami, serta ayat-ayatnya dapat ditadabburi. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dengan jelas dan memberi penjelasan, tidak samar dan sulit dipahami. Sebagaimana firman Allah SWT

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qomar 17)

 

  1. Al-Quran adalah Kitab Suci yang Lengkap
    Al-Quran adalah kitab agama yang menyeluruh, pokok agama dan ruh wujud islam. Darinya disimpulkan konsep akidah Islam, tatacara ibadah, tuntutan akhlak, juga pokok-pokok legislasi dan hukum. Allah SWT berfirman :

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ

Artinya :   ..dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu (An-Nahl 89)

  1. Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman

      Makna Al-Quran sebagai kitab keseluruhan zaman adalah ia merupakan kitab yang abadi, bukan kitab bagi suatu masa tertentu, yang kemudian habis masa berlakunya. Maksudnya, hukum-hukum Al-Quran, perintah dan larangannya, tidak berlaku secara temporer dengan suatu kurun waktu tertentu, kemudian habis masanya.

  1. Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia 

     Al-Quran bukanlah kitab yang hanya ditujukan pada suatu bangsa, sementara tidak kepada bangsa yang lain, tidak juga untuk hanya satu warna kulit manusia, atau suatu wilayah tertentu. Tidak juga hanya bagi kalangan yang rasional, dan tidak menyentuh mereka yang emosional dan berdasarkan intuisi.Tidak juga hanya bagi rohaniawan, sementara tidak menyentuh mereka yang materialis. Al-Quran adalah kitab bagi seluruh golongan manusia.
Allah SWT berfirman :

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam semesta (At-Takwir 27)
Demikian beberapa karakteristik Al-Quran, untuk penjelasan yang lebih lengkap dan menyeluruh, rujuk kembali kitab Qardhawi yang disebutkan di atas Di antara karakteristik Al-Quran: ia adalah Kitab suci yang dimudahkan untuk dihapal dan diulang-ulang dan ia juga mudah untuk diingat dan dipahami.  “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al Quran  untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran” (Al-Qamar:17)

  1. FUNGSI AL-QUR’AN
  2. Pengganti kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT

sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw.Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu mukjizat yang dimilki oleh nabi Muhammad saw.

  1. Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan.

Sumber pokok ajaran islam.Fungsi AL-Qur’an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam.Adapun ajarannya meliputi persoalan kemanusiaan secaraumum seperti hukum, ibadah, ekonomi, politik, social, budaya ,pendidika, ilmu  pengethuan dan seni.

  1. Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu

Peringatan dan pelajaran bagi manusia.Dalam AL-Qur’an banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu,baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun yang mereka yang menentang dan mengingkari ajaran Nya.Bagi kita,umat uyang akan datang kemudian rentu harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Qur’an.

  1. Sebagai Obat

Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Alquran itu) tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (Al-Isra’ (17): 82).

  1. AKHLAK TERHADAP AL-QUR’AN
  • Bersuci dari hadast besar da hadast kecil.
  • Membaca ta’awudz  sebelum membaca Al-qur’an.
  • membaca Al-qur’an secara tahtil.
  • Lapang dada menerima Al-qur’an.
  • Mendengarkan baik-baik pembacaan al-qur’an.
  • Bergetar hati dan bertambah imannya .
  • Tidak menafikkan ayat Allah dalam Al-qur’an.
  1. KANDUNGAN INTI SARI AL-QUR’AN     

     Di dalam surat-surat dan ayat-ayat alquran terkandung- kandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari masing-masing kandungan inti sarinya, yaitu sebagaimana berikut ini :

  1. Aqidah / Akidah

            Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.

  1. Ibadah

                  Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari pengertian “fuqaha” ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.

  1. Akhlaq / Akhlak

            Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.

  1. Hukum-Hukum

            Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur’an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu’amalat, munakahat, faraidh dan jihad.

  1. Peringatan / Tadzkir

Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia

akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa’id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa’ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.

  1. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah

            Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.

  1. Dorongan Untuk Berpikir

            Di dalam al-qur’an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta.

Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh, menyakiti badan, atau mengambil harta tanpa alasan yang benar, melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya, tidak peduli aib itu benar atau salah, walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu.

  1. KEUNGGULAN AL-QUR’AN.
  • Al-qur’an adalah mukjizat yang abadi
  • keunggulan Al-qur’an secara ilmiah
  • Kesempurnaan dan jaminan kemurnian Al-qur’an
  • .Al-qur’an bersifat umum dan universal;umum karena mencakup seluruh bidang/permasalahn manusia (QS.6.38)sedngkan universal karena berlaku selamanya dan untuk seluruh kaum.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

             “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secaramutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas”

  1. Kritik dan Saran

Dengan adanya makalah ini , para pembaca dapat memahami bagaimana iman kepada Al-qur’an. Sebaiknya kita sebagai umat islam yang baik , harus lah memahami bagaimana menggunakan dan memahami iman kepada Al-qur’an itu dengan baik dan benar sesuai dengan fungsinya dan haruslah kita turut serta mewujudkan umat islam . dengan masalah-masalah yang ada , haruslah hal tersebut menjadi tolak ukur kita sebagaiumat islam untuk membenahi diri menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya , sehingga cita-cita  dan harapan seluruh umat islam didunia dapat terwujud.  Kami mengaharapkan  kritik dan saran dari para pembaca, agar kami dapat memperbaiki makalah ini untuk lebih baik lagi.

2017-08-22T11:07:48+00:00