Contoh Makalah Budidaya Tanaman Cabai Lengkap Siap Pakai

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Contoh Makalah Budidaya Tanaman Cabai berikut ini saya sajikan secara lengkap dan siap pakai, Temen-temen tinggal copy paste dan print saja. Namun sertakan sumber UmiCima.Com ya. Biasakan budaya menghargai.. ^_^ Daripada disimpan di komputer dan laptop Umi, lebih baik UmiCima sharingkan disini, Semoga Makalah Tentang Budidaya Tanaman Cabai ini dapat bermanfaat untuk temen-temen semua dimanapun anda berada. Bila temen-temen mencari Contoh Makalah Budidaya Tanaman Cabai ingin meng-copy dan print untuk memenuhi tugas sekolah/kuliah anda, UmiCima mempersilahkan, makalah ini cocok juga untuk semua tentang budidaya cabai, baik itu tentang cabai merah, cabai hijau, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai lainnya. Teman-teman semua tinggal sesuaikan dengan makalah yang ingin anda buat. Namun Umi sarankan anda harus mahir MS. Office Word dan tau struktur penulisan yang baik dan benar ya.. Agar setelah Contoh Makalah Bahasa Indonesia ini anda copy paste di halaman Office Word rapi saat di print. Untuk halaman Cover (sampul) dan halaman sebelum BAB I buat sendiri ya.. Berikut langsung saja selengkapnya Contoh Makalah Budidaya Tanaman Cabai untuk anda, Full Lengkap dari Bab I sampai Daftar Pustaka :

 

Download Makalah Budidaya Tanaman Cabai Lengkap Siap Pakai .doc / .docx microsoft word DISINI :

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

Sebagai salah satu jenis tanaman hortikultura,cabai merupakan slah satu komoditi tanaman sayuran buah semusim yang berbetuk perdu.Cabai tergolong sayuran buah multi guna dan multi fungsi yang dapat dibudidayakan dilahan dataran rendah ataupun dilahan dataran tinggi.Tanaman berbentuk perdu ini mempunyai daun bercela menyisip,tersusun pada tangkai dan berwarna hijau.Buahnya dapat dipetik sampai beberapa kali,lebih dari satu tahun,bentuknya bulat memanjang yang pada ujungnya meruncing.Warna cabai merah mula-mula berwarna hijau dan lama-kelamaan sesudah masak berwarna merah,tapi lain lagi dengan cabai hijau yang warna nya dari muda sampai setiap panen berwarna hijau

Cabai sebagai komoditi sayuran mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dibanding sayuran lainya.Cabai mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan manusia.pada umumnya,cabai dikonsumsi atau diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk bahan penyedap berbagai macam bahan masakan,cabai juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan,sebagai penghasil minyak atsiri dan bahan ramuan obat tradisional,cabai juga dapat dimanfaatkan selain untuk bahan baku obat-obatan tapi juga sebagai bahan baku kosmetik.

1. Rumusan Masalah

  1. Apa saja manfaat tanaman cabai ?
  2. Bagaimana cara pembudidayaan tanaman cabai ?

2. Tujuan Penelitian

  1. Menjelaskan manfaat tanaman cabai
  2. Menjelaskan tentang cara membubudidayakan tanaman cabai

3. Manfaat  Penelitian

1.Dapat mengetahui cara membudidayakan tanaman cabai

2.Mengetahui lebih dalam lagi manfaat cabai 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

1. Sejarah Penyebaran Cabai

Tanaman cabai pada mulanya diketahui berasal dari Meksiko,dan menyebar di negara-negara sekitar nya Amerika Selatan dan Amerika Tengah pada sekitar abad ke-8.Dari benua Amerika kemudian menyebaran ke benua Eropa

Tanaman cabai pada mulanya diketahui berasal dari Meksiko,dan menyebar di negara-negara sekitar nya Amerika Selatan dan Amerika Tengah pada sekitar abad ke-8.Dari benua Amerika kemudian menyebaran ke benua Eropa diperkirakan pada sekitar abad ke-15.Kini tanaman cabai sudah menyebar ke berbagai tropik,Terutama di benua Asia,Dan Afrika

Di indonesia pengembangan budidaya tanaman cabai mendapat prioritas perhatian sejak tahun 1961.Dewasa ini tanaman cabai menempati urutan atas dalam skala prioritas penelitian pengembangan garapan puslitbang hortikurtura.Diindonesia bersama 17 jenis sayuran komersial lainnya.Daerah-daerah di Indonesia yang merupakan sentra produksi cabai,mulai dari urutan yang paling besar adaah daerah di Jawa Timur,Padang,Bengkulu dan lain sebagainya 

2. Pengertian Cabai 

Cabai (Capsicum sp.) merupakan tanaman hortikultura sayur–sayuran buah semusim untuk rempah-rempah yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Kebutuhan terhadap mata dagangan ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk ini. Selain itu, cabai rawit sebagai rempah-rempah merupakan salah satu mata dagangan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha. Karena selain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga termasuk mata dagangan yang mempunyai peluang pemasaran ekspor non migas yang sangat baik.

Cabai merupakan salah satu komoditi tanaman sayuran buah semusim yang berbentuk perdu.Cabai tergolong sayuran buah multiguna dan multi fungsi yang dapat dibudidayakan dilahan dataran rendah ataupun lahan dataran tinggi.Tanaman berbentuk perdu ini mempunyai daun bercela menyisip,tersusun pada tangkai dan berwarna hijau.Buahnya dapat dipetik sampai beberapa kali,lebih dari satu tahun,bentuknya bulat memanjang yang pada ujungnya meruncing.warna cabai merah mula-mula berwarna hijau dan lama-kelamaan sesudah masak berwarna merah,tapi lain lagi dengan cabai hijau yang warna nya dari muda sampai siap panen terus berwarna hijau.

Cabai sebagai komoditi sayuran mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dibanding jenis sayuran lainya.Cabai mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan manusia.pada umumnya,Cabai dikonsumsi atau diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk bahan penyedap berbagai macam masakan,antara lain sebagai sambal atau saus.oleh karena itu,cabai dikenal masyarakat sebagai sayuran rempah (bumbu dapur) Fungsi cabai dalam berbagai makanan atau masakan terutama untuk memberi rasa pedas atau hangat sehingga masakan akan terasa lebih segar.Cabai juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan jadi,sebagai penghasil minyak atsiri.

3. Manfaat Tanaman Cabai 

 Cabai dapat dimanfaatkan selain untuk bahan baku makanan  dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku

obat-obatan dan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik

Cabai dapat menggantikan fungsi minyak kayu putih,untuk memberikan rasa hangat,Dapat juga menyembuhkan radang pada tenggorokan,akibat udara dingin.Tanaman cabai juga tergolong kedalam jenis tanaman obat-obatan yang dapat menyembuhkan penyakit sesak nafas,pegal-pegal,penyakit kulit(gatal-gatal),dan lain sebagainya.Cabai merah banyak juga dimanfaatkan untuk indsutri makanan ternak,dapat merangsang atau meningkatkan produktifitas ternak,misalnya pada ayam petelur. 

4. Jenis-Jenis Tanaman Cabai 

  1. Cabai Keriting

Cabai keriting cocok ditanam di daerah dataran tinggi seperti kebun yang sering terkena hujuan keuntungan cabai keriting bisa ditanam sepanjang tahun cabai keriting kurang cocok ditanam di daerah dataran rendah cabai keriting memang relatif lebih kecil dibanding dengan jenis cabai merah biasa cabai keriting mempunyai banyak biji sedangkan cabai biasa mempunyai biji lebih sedikit dan daging nya pun tebal panjang cabai keriting bisa mencapai sekitar 15cm.

  1. Cabai Merah Biasa

Cabai yang bentuknya bulat panjang ini,Gilig,Dan berdaging tebal. Biarpun harganya lebih murah,Tetapi hasil produksinya sangat baik.

  1. Cabai Paprika

Cabai raksasa yang bentuk buahnya bulat dan lonjong rasanya yang pedas,Cabai raksasa ini mudah ditanam,Dan banyak digunakan oleh masyarakat

  1. Cabai Rawit

Cabai rawit (Capsicum frutescens) dalam bahasa inggris dikenal  dengan nama Hot pepper atau bird’s eye chili pepper. Dalam bahasa melayu dikenal dengan nama Cili padi, lada merah, lada mira. Dalam bahasa Thailand disebut Phrik kheenuu. Dalam bahasa china disebut La jiao, ye la zi. Dalam bahasa jepang disebut Kidachi tougarashi.

Tanaman cabai rawit memiliki morfologi: daun tunggal, agak bulat dan melebar, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, jumlah percabangan banyak, tinggi tanaman 50-120 cm, batang berbuku-buku, bertangkai, letak berselingan, panjang 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota berbentuk bintang, bunga tunggal, berwarna putih, putih kehijauan, atau ungu.

Buah cabai rawit tegak, kadang-kadang merunduk, berbentk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-5 cm, bertangkai panjang, dan rasanya pedas. Buah yang masak berwarna merah. Ukuran cabai rawit lebih kecil dibanding cabai keriting atau cabai merah besar, namun lebih pedas. memiliki biji dalam jumlah banyak, berbentuk bulat pipih, berdiameter 2-2,5 mm, berwarna kekuningan. Beberapa jenis cabai rawit lokal yang dikenal di indonesia antara lain:

  1. Cabai rawit kecil/cabai jemprit: buahnya kecil dan pendek, lebih pedas.
  2. Cabai rawit putih/cabai domba: buahnya lebih besar dari cabai jemprit, warna putih kekuningan.
  3. Cabai rawit celepik: buahnya lebih besar daripada cabai jemprit dan lebih kecil dari cabai domba, rasanya kurang pedas dibandingkan cabai rawit jemprit. Waktu muda berwarna hijau. Setelah masak berwarna merah cerah.

 

BAB III

METEODOLOGI PENELITIAN

1. Waktu Penelitian

Hari/Tanggal        : Minggu, 29 Oktober 2016

Waktu               : 13:45

2. Tempat Penelitian

Lingkungan pekarangan rumah

 

Metode Penelitian

  1. Studi Pustaka

Pengumpulan data-data yang menunjang dalam penyajian laporan hasil Praktek dan sebagai dasar untuk menganalisis permasalahan di lapangan.

  1. Observasi

Yaitu kegiatan yang dilakukan di lapangan dengan cara mengamati dan meneliti secara langsung  bahan, alat, serta cara kerja atau sistem yang diterapkan

  1. Praktek Langsung

Melakukan kegiatan yang telah dipelajari secara teori dan menerapkan secara langsung.

  1. Pencatatan

Setelah semua tahap–tahap dilakukan pencatatan dan menyelesaikan laporan. 

 

  1. Cara Menanam Cabai

Berikut adalah cara-cara menanam cabai :

  • Memilih Tempat Yang Baik Untuk Bertanam

Cabai secara umum memang bisa ditanam disembarangan tempat,Cabai bisa ditanam saat musim kemarau atau musim penghujan.Namu begitu,Meski tanaman cabai tidak menghendaki macam-macam persyaratan,Ada persyaratan tertentu yang mesti dijadikan perhatian,Membutuhkan daerah yang suhu udaranya pada siang hari rata-rata 24 C (21-27 C) pada malam hari antara 13-16 C

  • Mengolah Lahan

Pengolahan cabai bisa dicangkul,tapi lebih baik lagi dibajak atau di traktor,sehingga tanah menjadi betul-betul gembur dan remah.Jika pilihan sudah dijatuhkan dan sudah di sesuaikan dengan kondisinya,Barulah melakukan pengolahan tanahnya,Pada lahan tegalan,Tanahnya perlu dibajak dulu,Baru kemudian dicangkuli.Kalau tanah sudah gembut lantas dibuat bedengan atau petakan.Pada lahan tegalan perlu dibuatkan saluran air untuk pembuatan air yang berlebih maka dengan adanya saluran itu,Lahan pertanaman dijauhkan dari genangan air hujan.Sehingga,Air hujan bisa lancar mengalir dan tanah disitu tidak menjadi becek dan tidak menjadi padat dibuatnya

Jika menanam cabai dilahan sawah penanamannya dilakukan tepat akhir musm hujan,Atau saat selesai memanen padi,Cara penggarapan lahannya agak lain dengan yang diatas

  • Pupuk Dasar

Pupuk dasar ini berupa campuran pupuk kandang atau kompos dan pupuk NPK.Dosis pupuk kandang atau kompos,antara 20-30 ton untuk setiap hektar lahan.sedangkan pupuk NPK-nya sekitar 500kg/ha  atau diganti dengan campuran urea kira-kira sebanyak 311kg/ha,TS kira-kira sebanyak 438kg/ha dan ZK kira-kira sebanyak 466kg/ha atau diganti dengan KCI kira-kira sebanyak 381 kg/ha

  • Menyiapkan Benih

Setelah melakukan pemupukan dasar pada lahan,lahan itu didiamkan lagi beberapa saat lamanya,Kalau pakai ukuran umum,Lamanya pendiaman ini antara 7-5 hari

  • Memilih Benih Yang Baik

Biji atau benih calon bibit diambilkan dari buah tanaman induk.Tanaman induk harus berasal dari tanaman yang sehat dan buah yang baik. Cara menyeleksi biji mudah saja.Calon benih dimasukkan kedalam ember atau bak berisi air .Lantas air itu di aduk-aduk seenaknya kemudian dilihat bagaimana biji biji yang ada disitu.Kalau ada biji yang mengambang berarti biji itu kurang baik

  • Menyemai Benih

Benih disemai dulu supaya bisa mendapatkan bibit yang bagus dan tanaman yang sehat

  • Menentukan Jarak Tanam

Jarak tanam ditentukan berdasarkan jenis cabai yang ditanam. Kebanyakan orang memakai jarak tanam misalnya,50-60 cm untuk jarak antara jarak antara lubang 60-70 untuk jarak pada barisan.Padahal jarak ini mungkin lebih tepat untuk bertanam cabai besar saja,sedangkan bertanam cabai kecil lebih tepat memakai jarak antarlubang 50-60 dan jarak pada barisan sekitar 100 cm. 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

1. Hasil Tanaman Cabai

Persiapan Penyemaian Cabai Keriting

  • Arah persemaian menghadap ke timur
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring dengan perbandingan 3:1.
  • Media dimasukkan ke polibag bibit ukuran 4×6 cm.
  • Menggunakan benih yang bersertivikat.

 

2. Penyemaian cabai keriting

  • Biji cabai diletakkan satu persatu di setiap polybag.
  • Lalu ditutup dengan selapis tanah yang sudah tercampur dengan pupuk kandang.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.
  • Bagian atas polybag ditutup dengan plastik untuk menjaga kelembaban, mengurangi intensitas cahaya yang masuk dan untuk menghindari ke hujanan.

 3. Perkecambahan dan pensortiran cabai keriting

  • Setelah cabai berumur mulai 3 samapi 6 hari benih cabai mulai berkecambah.
  • Ketika benih cabai mulai berdaun, buka plastik yang untuk menutupi polybag.
  • Setelah cabai berumur 6 hari mulai pensortiran.
  • Memisahkan bibit cabai yang sudah berkecambah dengan memisahkan bibit yang belum berkecambah dan yang terserang hama dan penyakit.
  • Penyortiran dilakukan 2 hari sekali sampai bibit cabai berumur 21 hari.

Setalah berumur 21 hari sudah dapat dipindah tanam.

  1.   Pembahasan

Setelah melakukan penelitian dapat diketahui perbedaan dan persamaan cara budidaya yang terdapat dalam pustaka dengan yang di terapkan di tempat praktek. Pada pembahasan ini yang akan dibahas berupa perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam pustaka dengan yang dilakukan di tempat penelitian

Penggunaan bibit atau benih yang tidak baik, hasilnya juga tidak baik. Benih cabai yang berkualitas baik dan bersertifikat menentukan hasil yang akan didapat. Benih dapat diperoleh dari toko pertanian setempat baik berupa varietas lokal atau varietas impor. Bibit cabai juga dapat diperoleh dengan cara mengambil biji cabai itu sendiri. Selain pemilihan benih, faktor yang terpenting adalah pengolahan tanah dan pencampuran pupuk kandang dengan tanah untuk penyemaian benih atau bibit, pencampuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Pengolahan tanah dengan cara penyaringan dan memisahkan kotoran dengan tanah. Menggunaan pupuk kandang yang sudah matang, bila menggunakan pupuk kandang yang belum matang akan mempunyai resiko terhadap pertumbuhan dan perkembangan benih atau bibit tersebut.

Pembuatan lubang tanam pada polybag sedalam 1 – 1,5cm, apabila terlalu dalam membuat lubang tanam, biji cabai akan lama berkecambahnya dan bisa mengakibatkan biji cabai tidak berkecambah. Apabila pembuatan lubang tanam terlalu pendek, pada saat penyiraman biji cabai akan terangkat keluar dari tanah.

Meletakkan biji cabai kedalam lubang tanam 1 biji cabai 1 lubang dan menutupnya dengan ditaburi tanah dan tidak perlu ditekan atau dipadatkan, karena bisa menyebabkan biji cabai tersebut kesulitan untuk berkecambah dan bisa mengakibatkan biji cabai tersebut patah sebelum berkecambah.

Setelah penyemaian biji cabai selesai, polybag dipindahkan ketempat yang ternaungi dan bagian atas pada polibag ditutup oleh plastik, bertujuan untuk mengurangi penguapan atau menjaga kelembaban tanah. Setelah umur 3 sampai 6 hari cabai sudah mulai berkecambah, dan tutup plastik yang untuk menutupi polybag dilepas. Setelah bibit atau benih berumur 6 hari mulai penyortiran, memisahkan benih cabai yang sudah berkecambah dengan yang belum berkecambah. Penyortiran dilakukan mulai pada hari ke 3, dan  setiap hari dilakukan penyortiran sampai benih berumur 21 hari.  Umur  21 hari sudah dapat di pindah tanam.

Pada saat terjadi serangan hama dan penyakit umumnya yang menyerang tidak hanya satu macam, bisa dua atau tiga macam hama dan penyakit yang menyerang tanaman secara bersamaan. Pengendalian yang dilakukan di tempat praktek dengan menggunakan beberapa macam pestisida dengan tujuan agar dapat menghemat waktu, tenaga serta dalam satu kali kerja dapat mengendalikan berbagai hama dan penyakit yang menyerang secara bersamaan. Metode ini memiliki beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, karena tidak semua jenis pestisida yang dicampurkan akan saling bersinergi. Apabila kandungan bahan aktif dalam pestisida saling bersinergi akan meningkatkan efektifitas dalam mengendalikan berbagai hama dan penyakit dalam sekali kerja yang berarti menguntungkan. Akan tetapi jika bahan aktif yang ada di dalam pestisida bersifat antagonis menyebabkan tidak berfungsinya pestisida yang digunakan, sehingga tidak efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit serta meningkatkan biaya produksi

 

 

BAB V

PENUTUP

 1. KESIMPULAN

Dengan adanya  pembahasan tentang membudidayakan tanaman cabai tentunya kita dapat mengetahui bagaimana cara memelihara atau membudidayakan tanaman cabai yang baik.Bukan hanya itu saja,dalam pembahasan ini kita juga dapat mengetahui berbagai jenis tanaman cabai di Indonesia.Selain mempunyai manfaat untuk kehidupan sehari-hari,kesehatan,tanaman cabai ini menghasilkan keuntungan dengan membuka lahan bisnis

2. SARAN

        Dalam membudidayakan tanaman cabai di Indonesia,Terlebih dahulu para penakar harus mempersiapkan bibit yang unggul.Selanjutnya dengan adanya bibit unggul,Para penakar juga harus memperhatikan pemeliharaan bibit dalam pot serta sebaiknya penggunaan pestisida kimiawi harus diperhatikan dengan baik karena penggunaan pestisida kimiawi menyebabkan kesuburan tanah berkurang/tandus, berbagai organisme penyubur tanah musnah, tanah mengandung residu/endapan pestisida, keseimbangan ekosistem rusak, hasil pertanian mengandung residu pestisida, dan hama-hama akan resisten terhadap pestida.

 

DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1976. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

Badan Litbang Pertanian.1992.Lima Tahun Litbang Pertanian, 1987 – 1991 . Badan Penelitian dan pengenbangan pertanian , Departemen Pertanian Jakarta

Baker,K.F, and R.J.Cook. 1974.Biological control of Plant Pathogens,W.H.Freeman,San Francisco

Brown,A.,and R.Pal.1971.Insecticide Resistance in Anthropods.World Health Organization,Geneva

Hendro Sumaryono ,Drs.1984.Kunci Bercocok Tanam Sayur-Sayuran Penting.  Bandung : Penerbit sinar baru.

Hendro Sunarjo,H.1992. Budidaya Cabe Merah. Bandung. Penerbit Sinar Baru

Joko pramono .1994.Teknik Budidaya Cabai di Lahan Kering. Badan Penelitian dan Pengembangan,Pertanian,Departemen Pertanian,Ungaran.

Lembaga Biologi Nasional.1974.Bintang Hama. PN.Balai Pustaka Jakarta

Miller,C.E.1959.soil fertility.John Willey and Sons inc.New York

2017-08-16T10:23:25+00:00